Thursday, May 21, 2009

Petuah

Diposting oleh anantasean di Thursday, May 21, 2009 2 komentar
















Jumat, 22 Mei 2009

Pernahkan kamu mendapatkan petuah ? pasti pernah
Hari ini hari jumat, a blessing day for most moslem people. Di hari ini, biasanya kan orang cowok pergi jumatan, mendengarkan ceramah / petuah-petuah dari pemuka agama.
Sebetulnya aku juga pingin ikut mendengarkan ceramah itu.
Tapi nggak lucu juga kan berangkat jumatan ? meskipun katanya itu boleh, sekali lagi katanya.

Tapi...

aku punya penceramah jiwaku sendiri, itu mamaku
ada banyak banget petuah yang aku denger dari beliau
sometimes it silly, sometimes it sounds unbelievable but it works

Sekarang, aku tiba-tiba teringat petuah-petuah itu
Disaat aku sendiri, ramai sih tapi aku merasa sepi *kayak lagu apa yah ?*
Kemudian petuah-petuah itu terngiang-ngiang

I know i'll be a better girl altough sometimes i don't know how to solve everything but I can stand. By myself

"Kalau kamu mau menjawab sesuatu, semarah apapun, sesebal apapun, separah apapun kamu mau meledak. Jangan Meledak DULU! Biarkan... Diam selama dua menit, biarkan pikiran-pikiran negatif dan gegabah itu pergi dulu lalu lihat setelah dua menit itu, kamu akan mendapatkan jawaban yang bijak"

Waktu itu aku berpikir : halah masa iya
But it works, dua menit "sesat" itu memang sesat!

"Kamu nggak akan pernah bisa membuat orang lain bahagia kalau kamu nggak bahagia. Yang terpenting adalah : kamu tidak pernah berniat untuk membuat orang lain sakit hati. Tak peduli hasilnya seperti apa, yang penting adalah itu"

Yang ini masih kupegang erat-erat sampai sekarang

"Kalau mau melakukan sesuatu, memasuki ruangan atau tempat baru, masuk dengan kaki kanan lalu baca bismillah"

Ini petuah dari jaman SD.
Terbukti : Ujian SD, SMP, SMK, Interview kerja alhamdulilah lancar

Petuah-petuah kecil, kelihatannya kecil tapi berbuah hasil yang besar

Mungkin kamu punya cerita tentang petuah juga ?
:)

regards,

nova

Wednesday, May 6, 2009

Apa kelemahanmu ?

Diposting oleh anantasean di Wednesday, May 06, 2009 2 komentar

Writed by : Yoris sebastian

Sumber : kickandy.com

Begitu pertanyaan yang cukup sering ditanya orang saat wartawan wawancara dengan saya ataupun juri pada saat saya ikut lomba. Interview pekerjaan? Kebetulan saya belum pernah melamar pekerjaan dan selama karir professional saya baru bekerja di 2 perusahaan dan tidak pernah melamar tapi karena kenal akhirnya bergabung. Pertama Majalah HAI dan kedua MRA Group. Keduanya untuk jarak yang cukup lama (berarti saya orang yang cukup loyal )

Apa kelemahan saya? Saya jarang fokus ke kelemahan saya. Sampai saya harus menulisnya di Blackberry saya, biar kalau ada yang bertanya saya punya ‘contekan’ Maklum saya memang sengaja tidak mau fokus ke kelemahan saya tapi fokus ke kekuatan saya.

Padahal kelemahan saya ternyata cukup banyak. Namun setelah saya sadari, saya selalu mencari jalan keluarnya dengan kolaborasi. Contohnya, saat ingin membuat perusahaan sendiri – OMG Creative Consulting – lantas yang saya lakukan adalah bertanya ke banyak orang baik local maupun expatriat mengenai kebiasaan mereka menggunakan consultant. Salah satu benang merahnya adalah mereka percaya dengan mereka yang berpendidikan tinggi alias S2.

Sementara saya hanya lulusan SMA. Untuk itulah saya berkolaborasi dengan Sumardy yang lulusan S2 dan tidak lama kemudian saya hire beberapa manager dengan latar belakang pendidikan yang berbeda namun punya kesamaan yaitu lulusan S2. Ada yang lulusan Indonesia, ada yang dari Amerika dan juga Inggris.

Jadi pengalaman saya hampir 20 tahun di dunia entertainment dan lifestyle menjadi kekuatan saya, namun sebagai street smart saya perlu book smart. Sebuah kolaborasi yang pas.

Tidak lama setelah saya mendirikan OMG Creative Consulting, terbit buku yang berjudul “The Adventures of Johnny Bunko” sangat unik karena buku bisnis untuk pengembangan karir ini beberbentuk komik Manga.

Berhubung Mas Andy Noya, sering bedah buku bagus, buku ini saya sangat rekomendasikan untuk dibahas.

Salah satu tulisan yang menarik di buku ini adalah “Successful people don’t try too hard to improve what they’re BAD at. They capitalize on what they are GOOD at”

Jadi kenapa kita harus fokus pada kelemahan kita? Sebaliknya kita fokus ke kekuatan kita dan ke hal-hal yang kita suka. Niscaya, hasilnya akan lebih baik.

 

nomadluvred Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review